Kamis, 29 April 2010

Petambak Plasma Dukung Revitalisasi

Selasa 9 Maret 2010

Kepala kampung petambak plasma eks Dipasena di Lampung mengaku budi daya udang telah meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena itu, petambak yang tergabung dalam PT Aruna Wijaya Sakti ini mendukung program revitalisasi total PT Central Proteinaprima (CP Prima).

"Kami sangat bersemangat mengerjakan tambak. Perusahaan inti juga telah menyiapkan sarana dan prasarana kebutuhan material revitalisasi tambak," kata Ferly Gandhy, perwakilan petambak PT Aruna Wijaya Sakti, kemarin. Mereka berharap program revitalisasi CP Prima terus berlangsung. -Petambak siap mengamankan program yang sedang berjalan.

"Kami siap menjelaskan kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan permasalahan kemitraan, kondisi sosial ekonomi, dan keberhasilan yang telah dicapai," lanjutnya. Perusahaan inti diminta mengupayakan pencairan dan mencari kredit investasi dan kredit modal kerja dari lembaga keuangan. PT Aruna Wijaya Sakti adalah satu dari tiga kawasan pertambakan yang dikelola CP Prima. Perusahaan ini mengelola tiga kawasan seluas 59 ribu hektare.

Sabtu 27 Februari 2010

Tim Bersama Petambak Plasma Bumi Dipasena Lampung menyanggah ketidakharmonisan hubungan kemitraan antara PT Aruna Wijaya Sakti (anak perusahaan CP Prima) sebagai pengelola tambak udang Dipasena dengan petambak plasma.

Anggota Tim Bersama Petambak Plasma Bumi Dipasena Saefudin menuturkan penilaian atas gagalnya program revitalisasi yang disampaikan pihak tertentu dengan mengatasnamakan plasma AWS bukan sikap dari masyarakat plasma pada umumnya.

"Petambak plasma terus mengerjakan tambaknya masing-masing sementara perusahaan inti menyiapkan sarana dan prasarana kebutuhan material yang digunakan untuk mendukung program revitalisasi," ujarnya kemarin.

Menurut plasma, program budi daya udang yang berjalan telah berhasil meningkatkan kesejahteraan petambak. "Seluruh program revitalisasi dan perjanjian kerja sama kemitraan yang ada dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dari hasil-hasil pembahasan dan rapat bersama, sehingga segala persoalan sudah diketahui secara menyeluruh oleh kedua belah pihak."

Perwakilan plasma merasa perlu menyampaikan progress report itu, menyusul adanya pemberitaan negatif mengenai program kemitraan mereka dengan perusahaan inti. "Berita atau pernyataan negatif tentang kegagalan program revitalisasi yang disampaikan oleh pihak tertentu dengan mengatasnamakan plasma AWS. Pernyataan tersebut bukan suara hati kami dan sikap masyarakat plasma AWS pada umumnya."